Tuesday, 20 December 2016

SAJAK ORANG MISKIN
Oleh: Ws Rendra

Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.
Angin membawa bau baju mereka.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya.
Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa.
Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya.
Tak bisa kamu abaikan.
Bila kamu remehkan mereka,
di jalan kamu akan diburu bayangan.
Tidurmu akan penuh igauan,
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.
Jangan kamu bilang negara ini kaya
karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.
Jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.
Orang-orang miskin di jalan
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.
Tangan-tangan kotor dari jalanan
meraba-raba kaca jendelamu.
Mereka tak bisa kamu biarkan.
Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.
Mereka akan menjadi pertanyaan
yang mencegat ideologimu.
Gigi mereka yang kuning
akan meringis di muka agamamu.
Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
akan hinggap di gorden presidenan
dan buku programma gedung kesenian.
Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
bagai udara panas yang

selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang.
Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
tertuju ke dada kita,
atau ke dada mereka sendiri.
O, kenangkanlah :
orang-orang miskin
juga berasal dari kemah Ibrahim..
Djogja, 4 Februari 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi

Friday, 18 November 2016


Harapan Kebangkitan
( Karya : Ilham Pasawa )

Anggun, ramah tamah dan menyejukan jiwa
cemerlang matahari menghangatkan peradaban
nilai-nilai luhur yang kini mulai dilupakan
hanyut, di aliran sungai ciliwung bersama limbah dan kotoran

jaman dan kemajuan selalu menjadi korban
gengsi dan gaya hidup adalah sebuah alasan
hei!!! bung Hatta!
lihatlah... pemuda yang dijamanmu adalah agen intelektual
kini hampir musnah
Hei!! bung Karno!
pemuda yang kau sebut dapat mengguncang dunia
kini hampir binasa
wahai para ulama dan tokoh agama
pemuda yang kalian sebut sebagai calon pemimpin
kini tertimbun

jaman adalah waktu kejadian adalah sejarah
manusia adalah aktor dan lakon pencipta sejarah
kehancuran pemuda bukan salah jaman yang gila
tetapi dirusak oleh makhluk-makhluk tak bernyawa

media, teknologi menjadi doktrin paling ampuh
seperti dokter bedah, ia membedah pola pikir pemuda
paham sosialis dimentalkan oleh paham individualis
cinta kasih yang murni kepada sesasama telah dirusak dan dibatasi

Jiwa dan daksa ini merintih
ketika berdiri diatas kebenaran lebih memalukan
ketimbang melepas dahaga nafsu di pinggir dan sudut kota
bicara tentang hukum adat dan budaya lebih diasingkan
ketimbang berlari diatas hal yang bisa membahayakan peradaban

ohhh,,, tanah hijau dan air yang biru
demikian jika pemimpinmu adalah pemimpin dagangan
yang sengaja ditawarkan oleh mereka yang memiliki kepentingan
pemimpin seperti itu bukanlah pemimpin sejati
tidak bisa mencipta generasi pembangkit negeri
hanya bisa bicara urusan pribadi

ooohhh... Maha patih Gajah Mada
aku mendengar tanah ini menangis, air sungai kecewa hingga tak lagi jernih
menyaksikan kerusakan mental dan moral pada pribadi bangsa
ahhh,,, pemuda yang kini identik dengan asusila dan narkoba
lihatlah!! gunung-gunung marah dan membuat makar
sehingga mengalirkan lahar sampai kebibir samudra

wahai pemimpin luhur terdahulu!!
bangsamu kini tidak mengenal nilai luhur kehidupan
dalam dirinya hanya mengenal arti kekayaan akan kebusukan
moral bijaksana tergeser oleh gaya hidup yang mempesona
terbakar...
terkikis...
habis, tak lagi berbudaya

dalam ratapan ini aku teriris dan bersedih
keadaan telah teramat sangat mengkhawatirkan
pendidikan, telah diperkosa dan tidak lagi diindahkan
penanaman nilai luhur dan budi pekerti tidak lagi diunggulkan
sehingga tertanam sebuah pemikiran..
kesederhanaan adalah kepahitan..
kapitalisme adalah tujuan

wahai para pendidik dan pengajar
jangan mau dibohongi oleh sistem yang diterapkan
mendidiklah jangan hanya mendikte
ajarilah bukan hanya sekedar bekerja

pendidik adalah media...
media bukanlah pendidik...
hiburan adalah keperluan
tetapi sarana dan penyampaian seakan menjerumuskan

wahai pemerhati peradaban..
saksikanlah keruntuhan jika hanya membiarkan
penjajahan kembali dihidupkan
bukan dengan kesakitan tetapi oleh kesenangan

sadarlah, bangunlah, buka mata hati dan nurani menatap nirwana
bangkitlah dan kuburan dalam pribadai yang berkeadaban

kini... kubiarkan Tuhan yang menentukan
dari sebuah nurani yang diciptakan
kita kembali kepada kebangkitan
dengan menjungjung nilai-nilai luhur kebajikan
nilai-nilai murni keagamaan
nilai-nilai tinggi kebudayaan
serta berprinsip teguh menjalankan nilai-nilai hidup kebangsaan
Pasawa, 12 05 2014

Ikuti Dengan Sekali "Klik"

Powered by Blogger.

Kenalilah Saya Lebih Dekat

Featured post

Kumpulan Cerpen Seno Gumirah

Seno Gumirah adalah seorang penulis yang karya-karyanya cukup memukau,, dari cerpen, puisi, hingga buku-bukunya laris terjual... berik...

Popular Posts

Blog Archive